Monday, 7 September 2020
Stasiun Gambir
Stasiun Gambir, 20 Juli 2020
Aldo melirik jam tangannya. Masih dua jam lagi hingga keretanya berangkat ke Bandung. Ia menyeka keringat yang mulai berjatuhan ke kemeja flanelnya. Sepertinya hari ini Aldo salah berpakaian, ditambah dengan sepatu kets hitam dan celana jeans yang Ia kenakan. Rasanya lebih baik jika hari ini Ia hanya menggunakan kaos, celana pendek, dan sendal jepit saja.
“Beli minum dingin ah, panas banget hari ini”, batinnya, lalu berjalan ke minimarket terdekat sambil menarik tas koper kecilnya. Sesampainya di minimarket, Aldo langsung menuju lemari pendingin minuman untuk mengambil sebotol kopi dingin dan membawanya ke kasir.
“Makasih, Mbak” Aldo segera berjalan ke luar minimarket. Ia berhenti di tengah ramainya Stasiun Gambir untuk memasukkan kembalian uangnya ke dalam saku. Setelah itu, Aldo membuka kopi dinginnya sembari melihat sekeliling Stasiun Gambir yang penuh dengan manusia berlalu-lalang.
Ah, stasiun ini. Tempat yang sempat Ia hindari.
“Permisi
Mas”
Ucapannya terhenti. Sesaat Aldo mematung.
“Eh, lo Aldo?”
“Mika?”
Nampaknya Aldo tidak jadi salah pakaian hari ini.
*****
“Apa kabar do? Mau kemana lo di stasiun gini?” tanya Mika dengan senyum manisnya. Mika tidak berubah. Ia masih dengan badan mungilnya, rambut panjangnya, wangi parfumnya dan senyum manisnya. Persis seperti 7 tahun lalu.
“Baik Mik. Gue mau ke bandung nih, ke cabang kafe gue” jawab Aldo, membetulkan tempat duduknya sambil menyerahkan kopi dingin yang Ia beli lagi di minimarket kepada Mika. Kini mereka sedang duduk di salah satu tempat duduk umum di dekat gerbang keberangkatan Stasiun Gambir.
“Wah serius? Hebat juga lo udah jadi businessman. Perasaan dulu kerjaan lo cabut kelas bisnis mulu” ledek Mika.
“Yah gatau aja lo Mik, gini-gini dulu mata kuliah bisnis gue dapet A walaupun cabut-cabutan” balas Aldo sambil tertawa kecil, “Lo sendiri ngapain disini?”
“Gue baru sampe Jakarta. Eh malah kesasar di keberangkatan hahaha”
“Haduh gak berubah ya lo Mik. Dulu waktu kita KKN bareng aja lo kemanapun harus ditemenin, karena kalo sendirian pasti nyasar kan?”
“Hahaha masih inget aja lagi lo.” Ucap Mika sambil memukul bahu Aldo pelan. Tidak terasa keduanya larut dalam memori saat mereka kuliah bersama.
“Eh iya, lo ke Jakarta dalam rangka apa nih? Bukannya lo udah menetap di Jogja?” Tanya Aldo.
“Gue udah 3 tahun di Jakarta, Do. ngikut suami gue. Ini gue baru sampe Jakarta karena habis nengokin nyokap gue yang sakit di Jogja”
Senyum aldo hilang sedetik.
“Suami?”
“Iya. Eh, lo gak tau ya gue udah nikah? Gue udah jalan 3 tahun sama suami gue. Anak gue udah satu, masih 9 bulan. Lucunya mirip gue” ujar Mika dengan semangat, “dulu gue mau undang lo di nikahan gue, tapi lo lost contact gitu aja, gak bisa gue hubungin. Tapi nikahan gue juga di Jogja sih, cuma keluarga sama temen Jogja gue aja yang dateng”
“Ah iya..“ Aldo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia baru ingat dulu sempat menonaktifkan ponselnya selama beberapa saat, karena pada saat itu Ia sedang dalam proses penyembuhan hati nya. “Gila, keren juga lo Mik. Kirain lo bakal jomblo seumur hidup karena lo galak. Congrats yaa walaupun pasti gue udah telat banget” ucap Aldo tersenyum sambil mengacak pelan rambut Mika.
“Enak aja! Makasih ya Do, late than never kok” balas Mika, “lo sendiri gimana? Udah ada gandengan belom?”
Aldo mengangkat bahu nya, “masih cari nih di suatu tempat”
Mika tertawa, “lo kira duit kali di cari. Eh bentar, ada telpon”
Mika merogoh ponsel dari tas nya, lalu mengangkat telpon tersebut.
“Halo sayang. Kamu dimana? Oh udah didepan? Dideket apa? Ohh oke oke aku kesana yaa” Mika menutup teleponnya, lalu kembali melihat Aldo.
“Do, gue duluan yaa. Suami gue udah jemput. Kapan-kapan mampir ke rumah gue dong di Cipete. Nomer HP gue masih sama kok kayak dulu” ujar Mika sembari berdiri dan membetulkan posisi tasnya. Aldo menganggukkan kepalanya, “hati-hati ya Mik. Salam buat suami lo”
Mika
melambaikan tangannya, lalu mulai berjalan membelakangi Aldo. Aldo sendiri
masih terdiam menatapi punggung Mika yang semakin hilang ditelan keramaian
Stasiun Gambir.
Aldo
menghela nafas.
Kalau saja
pada saat itu Ia tidak terjebak macet.
Kalau saja pada
saat itu Ia sedang membawa motor.
Kalau saja pada
saat itu Ia bisa berlari lebih kencang lagi.
Kalau saja..
7 tahun lalu Ia tidak ragu.
Mungkin,
kereta tidak akan membawa Mika secepat itu.
dan mungkin,
dirinya lah yang akan menjemput Mika hari ini.
Ah, Lagi-lagi
rasa penyesalan ini muncul,
dan Lagi-lagi
di Stasiun Gambir.

------------------------------
WKWKWKWK cerpen kedua ku yang untungnya durasinya lebih panjang ya :)) Sebenernya cerpen ini terinspirasi dari lagu Kwak Jin Eon - In Front of City Hall at the Subway Station dan di combine dengan adegan tragis Jung Pal di Reply 1988 HAHAHA pada sadar gak?
Sangattt menerima kritik dan saran! Dan plis dukung aku terus biar semangat bikin-bikin ginian wkwkwwk karna bikin kayak gini one of my happiness tapi belom punya banyak keberanian dan belom pro huhu semoga bisa lebih baik lagi ya diriku membuat ini :')
Sampai bertemu di cerpen berikutnyaa~
------------------------------
Thursday, 11 June 2020
Hospital Playlist: terlalu cinta!

Kembali lagi dengan gue dan review drama korea! Kali ini gue mau membahas drama korea yang lagi booming bangeeeet karena satu minggu yang lalu drama ini baru aja ngeluarin episode terakhirnya: HOSPITAL PLAYLIST!
Jujur sama gue, siapa yang masih belum move on sama drama korea yang satu ini? Siapa yang gak rela nunggu satu tahun lagi buat tau jawaban Song-hwa? Atau siapa yang sampai detik ini masih dengerin semua soundtrack nya?????
SAYAAAAA!
Saturday, 30 May 2020
Deretan Angka
Tyna merebahkan dirinya di atas kasur ditemani oleh si Kupung, kucing hitam kesayangannya. Tidak henti Ia menatap layar ponselnya sambil tersenyum. Kali ini Tyna sangat percaya diri dengan foto yang beberapa jam lalu baru saja Ia unggah di media sosial.
456k followers. 10k likes. 4216 comment.
----------------------------------
WKWKWKWK akhirnya berani untuk coba posting cerpen di blog. Sebenarnya cerita ini terinspirasi dari lirik lagu Ardhito Pramono - Superstar. Dan namanya Tyna, gue ambil dari Tyna Kanna Mirdad karena ku terlalu terpesona dengan kecantikan dan keramahan dirinya :') Tapi semua cerita ini bukan cerita asli yaa, pure fiksi.
Sangat menerima kritik dan saran di kolom komentar. Tapi jangan hujat yaa, karena sejujurnya gue suka banget nulis kayak gini, tapi karena belum ke latih ajaa jadinya masih acakadut wkwk. Gue masih selalu belajar kok!
Sampai bertemu di cerpen berikutnyaa~
----------------------------------
Picture:
1. jellyflavor x velovories ("Not" pinterest)
2. Shoujo Dreamland (pinterest)
Inspiration:
Ardhito Pramono - Superstar
Tuesday, 19 May 2020
Dibalik ending asli Reply 1988

Jujur, gue enggak menyangka banget kalau di tahun ini (tepatnya saat lagi self quarantine gini), reply 1988 kembali melonjak (bahkan sampai trending) disertai dengan munculnya berbagai simpang siur terkait ending aslinya reply 1988 yang seharusnya enggak seperti yang sudah ditayangkan.
Sebelum baca postingan kali ini, kalau kalian udah nonton reply 1988, yuk baca review gue terkait drama korea terbaik sepanjang masa tersebut di http://muthia-maharani.blogspot.com/2018/07/reply-1988-sebagus-itu.html. Dibuka juga diskusi bersama di kolom komen!
Kalau belum nonton, plis jangan baca postingan ini ataupun postingan yang lainnya terkait reply 1988, dan buruan nonton sekarang juga! Karena kena spoiler itu menyakitkan :))
Oke, lanjut!
Jadi, semua ini muncul dari seseorang yang pada saat itu menggemparkan kalangan penggemar reply 1988—sepertinya berita ini sudah lama, tapi kembali di up di tahun ini—dengan memberi statement bahwa yang kita tonton di reply 1988 itu bukan ending sebenarnya, melainkan ada ending sesungguhnya yang tidak jadi dipakai karena 'katanya' script tersebut sudah bocor duluan sebelum penayangan episodenya.
Hal ini dibuktikan dari pada saat penayangan reply 1988, terjadi delay di episode 17.
Mungkin untuk yang belum tau kabar berita ini, kalian bisa baca dulu dibawah sini.





Monday, 11 November 2019
Untuk yang sedang capek
Buat semua teman-teman yang sedang capek, sedang berusaha untuk bangkit dan berjuang, mengejar apa yang ingin dicapai, semangat!
Kamu gak sendiri, kita sedang sama-sama berjuang, termasuk gue.
Saat ini, gue sedang berada di titik sangaaaat capek. Kuliah pun capek, tugas dan projek dimana-mana, ujung-ujungnya malah jadi males-malesan kuliah. Bawaannya pengen skip mulu. Tugas kuliah keteteran dan telat ngumpulin jadi hal biasa. Ditambah lagi kegiatan proker diluar akademik yang bikin nambah beban. Makin kesini jadi super overthinking. Apa-apa dipikirin. Hal kecil pun bisa dipikirin banget sama gue. Sueeepeer lelah.
Tapi, mau cepet-cepet selesai pun juga gue gak tau, kalau ini semua udah selesai, trus habis ini gue mau ngapain?
Kalau semester ini udah selesai, masuk ke semester baru. Trus pertanyaannya, gue mau ngapain? Harus pikirin magang. Mau magang dimana? Mau ambil bidang apa? Lalu ke semester selanjutnya lagi, ambil skripsi. Mau judul apa? Konsentrasi apa? Habis skripsi, lulus, trus mau kerja dimana? Mau ambil profesi apa? Passion gue apa?
Capek dengan keadaan sekarang, tapi juga gamau cepet-cepet selesai karena belum siap dengan yang harus gue hadapi setelah ini.
See, gue sedang se-overthinking ini. Separah itu.

Pikiran gue kacau banget. Gak tau suka apa. Gak tau mau jadi apa. Gak tau mau kemana habis ini. Ngerasa kalau gue gak bisa apa-apa dan gue sangat amat gak berguna. Gak punya passion dan gak punya kehebatan.
Selama ini gue merasa kuliah cuma buat kewajiban aja. Belajar dan dapet nilai memuaskan. Ngebahagiain orang tua. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, kok selama gue kuliah ini gue gak menemukan apa yang gue bisa? Kok gue gini-gini aja? Dateng kelas, pulang, sibuk sana sini, ujung-ujungnya belajar buat ujian pas h-1. Tau-tau udah sampe semester tua aja.
Padahal jurusan gue ini, yang gue idam-idamkan banget waktu SMA.
Tapi, gue malah sedang gak bahagia. Gak tau salah nya di mana. Salah di perkuliahannya, salah cara gue menghadapinya, atau pikiran gue ini yang salah?
Sedih banget, disaat semua orang sedang sibuk menata masa depannya, gue disini justru uring-uringan sendiri karena gak tau masa depan gue mau ngapain, mau jadi apa, mau kemana. Setiap mikirinnya malah jadi stress sendiri trus nangis.
Gue tau, ini salah di gue. Gak seharusnya gue kayak gini. Gak seharusnya gue terus-terusan memandang buruk diri gue ini.
Until one day, seseorang bilang ke gue, kalau gue sangat berguna buat banyak orang, hanya aja gue belom merasakannya efeknya. Gue terlalu memikirkan semuanya dari sisi negatif, padahal gue bisa berpikir lebih positif biar gak jadi beban buat gue.
Gue ini bukannya gak bisa apa-apa, tapi gue cuma belum nemuin apa yang gue suka aja. Gue stress kayak gini tuh karena selain di semester ini terlalu banyak yang harus gue kerjain, gue juga terlalu terpatok sama lingkungan sekitar gue. Banyak temen-temen seangkatan gue yang ikut lomba sana-sini, sampe bawa nama kampus, atau yang terus upgrade diri di organisasi, atau ngajar, atau pinter banget akademiknya, atau kegiatan-kegiatan keren lainnya yang semua hal itu gak ada di gue. Gue ketakutan karena gue merasa tertinggal dengan orang lain.
Padahal memang setiap orang cara prosesnya beda-beda, waktu berprosesnya pun juga beda-beda.
Orang ini nyuruh gue buat selalu explore diri. Cobain apa yang gue suka, tinggalin apa yang gak gue suka. Cari hal baru sebanyak-banyaknya. Dari hal-hal yang gue coba nantinya, pasti gue bakal nemuin gue suka dimana. Gak perlu hal-hal besar, kita bisa lakuin dari hal-hal kecil kayak bangun lebih pagi, baca buku, belajar ngegambar, belajar main gitar, atau hal-hal kecil lainnya yang dampaknya bisa bermanfaat dan bikin kita lebih bahagia! (funfact: gue lagi belajar photoshop karena ilmu photoshop gue 0%)
Intinya, jangan mempersulit diri! Jujur, gue udah bawaan banget punya sifat overthinking. Hal-hal yang seharusnya gak gue pikirin, justru gue pikirin banget sampe bisa stress sendiri. Gue harus bisa membelokkan overthinking gue ke pikiran yang lebih positif.
Gue --dan kalian yang sedang di posisi seperti gue-- harus lebih menikmati hidup lagi! Kalau belom kerasa nikmatnya, yok kita berjuang sama-sama, kejar kenikmatan yang selama ini kita cari, kejar tujuan kita selama ini. Minimal kalau belom punya tujuan kayak gue, gue selalu berharap semoga gue bisa hidup lebih baik dan lebih bahagia dari hari ini.
Semoga kebahagian selalu menyertai kalian! Semangaaaat!

Tuesday, 3 September 2019
Upgrade diri
Semua dimulai dari gue di semester 2, ketika gue mengambil keputusan yang cukup besar. Bagi gue.
Statusnya pada saat itu masih mahasiswa baru, dan gue baru selesai dari kepanitiaan inaugurasi di fakultas gue, dimana pada saat itu gue iseng-iseng join di kepanitiaan tersebut sebagai staff divisi humas, kepanitiaan pertama di perkuliahan. Seru. Seru banget bisa ikut kepanitiaan inaugurasi dan ketemu temen-temen baru. Dan gue gak pernah menyangka, ternyata kepanitiaan inaugurasi merupakan jalan gue buat terus berkembang di kampus gue ini.
Jarak beberapa bulan setelah kepanitiaan pertama gue itu, pada suatu hari, gue di telfon oleh salahsatu kakak tingkat gue, gue inget banget pada saat itu gue takut banget buat angkat telfonnya karena gue tau akan ada suatu hal di luar dugaan gue yang akan gue dengar.
Dan bener aja,
gue ditawari posisi wakil divisi humas pada acara ospek setingkat fakultas.
Wow. Gak terpikirkan sama sekali kalau gue bakal ditawari posisi sehebat itu. Mungkin kalian yang baca ini menganggap hal ini biasa aja. Tapi enggak buat gue, karena selain pada saat itu gue masih belum genap satu tahun berkuliah, gue yang minim banget pengalaman ini tiba-tiba ditawari jadi BPH (Badan Pengurus Harian), dan pada acara yang bukan main-main. Ospek setingkat fakultas loh ini, salah satu proker terbesar di fakultas gue! Dan kurun waktu kepanitiaan ini lama banget, sekitar 8 bulan.
Kakak tingkat gue bilang mereka percaya sama gue, karena kinerja gue bagus waktu kepanitiaan inaugurasi kemarin. Gue langsung minder banget. Pengalaman gue sedikit banget. Baru satu kali terjun di kepantiaan kampus, dan baru satu kali juga jadi divisi humas. Kalo kinerja gue gak sesuai yang mereka harapin gimana? kalau dalam 8 bulan kedepan gue banyak ngacauin acara gimana? Pasti sibuk banget? Nanti kuliah gue keganggu gak ya? Pikiran-pikiran kayak gitu yang masuk ke kepala gue saat ditawari posisi tersebut. Dan gak langsung gue iyain, gue bilang ke kakak tingkat gue kalau gue mau pikirin ini dulu matang-matang.
Disamping pikiran-pikiran ragu yang terus muncul di pikiran gue, gue mencoba buat berfikir positifnya. Kapan lagi gue punya kesempatan kayak gini? Gue bisa gali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya di kepanitiaan ini. Jangan sampai kakak tingkat gue kecewa karena gue tolak tawaran luar biasa ini, dan gue malah jadi susah buat join di acara-acara kepanitiaan lainnya. toh, mungkin ini saatnya gue buat upgrade diri gue.
Akhirnya gue terima tawaran tersebut. dan PUUF, hidup gue langsung berubah selama 8 bulan.
Bener-bener berubah.
Yang awalnya saat jadi mahasiswa baru, gue cuma berfikir kalau gue bakal kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang), sesaat gue jadi kura-kura (kuliah-rapat-kuliah-rapat). Yang awalnya gue susah ngomong sama orang, mau gak mau harus selalu berinteraksi sama orang. Yang awalnya temen gue di kampus itu-itu aja, sekarang temen gue jadi banyak banget! Selama kuliah otak gue harus kebagi dua, akademik dan kepanitiaan. Dan karena posisi gue yang sebagai wakil ketua divisi, gue gak cuma mikirin diri gue doang, tapi gue harus mikirin staff-staff gue. Tanggung jawab gue jadi semakin lebih besar. Berangkat pagi, pulang malem. Liburan semesteran gue harus terpotong satu bulan, dimana orang-orang masih asik liburan, gue harus ngurusin acara. Capek fisik? iya. Capek hati? banget. Seru? banget.
Dengan semua kelelahan ngebangun acara ini, gue bersyukur banget karena dikelilingin sama partner-partner yang luar biasa.
Mungkin poin serunya disini, gue ketemu keluarga baru gue di kepanitiaan ini, kepanitiaan pk2maba.
Karena acara ini acara gede, jadi panitianya pun ada seratusan. Dan jujur, gue gak kenal semuanya. Tapi keluarga baru yang gue sebut disini ada dua, yaitu divisi humas dan BPH. Especially BPH.
Kita cerita dari divisi humas dulu, kali ya.
Pertama kali jadi wakil ketua divisi, gue gak tau cara membonding divisi gue ini kayak gimana. Karena sejujurnya pun gue semalu itu ketemu orang baru. Tapi gue bersyukur banget punya ketua divisi yang super humble dan asik serta bisa ngebonding humas jadi lebih akrab, kak Tipang, dan staff-staff humas yang awalnya juga malu-malu tapi akhirnya malu-maluin, Aci, Jepri, Sasa, Alya, kak Mia, Lavy. Meskipun kadang aku suka geregetan karena kalian suka slowrespon disaat aku membutuhkan kalian, tapi trust me, aku sayang kalian :') Terima kasih udah mau join di humas pk2maba <3
Dan BPH pk2maba, orang-orang yang bikin gue nyaman bangetngetnget dan yang bikin gue selalu bertahan di pk2maba.
Karena gue itungannya masih mahasiswa baru, BPH di pk2maba ini kebanyakan kakak tingkat gue. Dari sekitar 25 orang BPH pk2maba, yang seangkatan gue cuma 6 orang! Kebayang kan gimana takut dan nerveosnya gue pas hari pertama?
Tapi takut dan nerveous gue langsung hilang begitu disambut sama kakak tingkat dan temen-temen yang super welcome dan hangat. Sekarang gue jadi mikir lagi, kalo pada saat itu gue nolak tawaran ini, gue kayaknya bakal nyesel seumur hidup.
Awal-awalnya pasti masih canggung banget ya, tapi makin lama makin kebonding aja kita. Gak ada yang gak deket, semua BPH di pk2maba jadi super deket banget. Semua karena ketua pelaksananya yang super super super hebat, kak Juple! Gila! diantara semua orang-orang di BPH ini, orang yang paling gue sayang dan yang paling berjasa di kehidupan perkuliahan gue yaa kak juple :')
Makin lama terus-terusan ketemu BPH, gue jadi merasa gue punya keluarga baru di kampus. Orang-orang di BPH bener-bener super humble, seru, humor, dan banyak ngomong semua. Rapat pun jadi berasa main, karena ada aja ngakaknya. Enggak ada tuh rapat cuma 2 jam, pasti rapat BPH berjalan lama banget. Karena isinya kebanyakan bercanda.
Diantara seratusan panitia di pk2maba, yang paling capek ya kita, para BPH ini. Tapi capeknya kita jalanin bareng-bareng dan selalu diselingi sama ada aja hal-hal yang seru, jadi capeknya pun juga jadi ilang.
Gue bersyukur banget bisa ketemu dan jadi bagian dari BPH pk2maba. Kak Juple, Mas Cheka, Kak Kis, Kak Sau, Kak Tipang, Kak Diena, Kak Firda, Kak Nudi, Kak Felin, Dudin, Dandi, Kak Ardi, Mas Feriko, Mas Faiz, Kak Dodo, Mas Bri, Mas Kharis, Mas Khan, Mas Dari, Kak Depik, Iqo, Bella, Kak Yunin, Pawas, Kak titha, gila! ku bener-bener kangen kalian semuaaa :') kangen rapat, trus abis rapat lanjut nongkrong atau makan sampe tengah malem banget. Makan ceker pedes sampe jam 1 malem, ke pos ketan, ke brewok, mie setan, ke bang jo sampe gumoh, atau curhat session di sekret sampe diomelin satpam karena kelewat batas. Kangen semua itu! :')
Seketika gue langsung flashback 8 bulan yang lalu. Kepanitiaan terbaik yang pernah gue jalanin. Dapet keluarga baru, pengalaman baru, ilmu baru, lingkungan baru. Setelah keluar dari pk2maba, gue menjadi orang yang jauuuuh lebih baik dari sebelum gue masuk pk2maba.
Jadi itu dia, gue ngerasa banget pentingnya nge upgrade diri. Sering banget ditengah-tengah perjalanan gue nyesel kenapa gue ambil tawaran ini, karena saking capeknya. Tapi pada akhirnya, gue bersyukur banget bisa mencoba hal baru ini. Berdampak banget buat gue kedepannya. Banyak tawaran posisi BPH yang gue dapet di organisasi dan kepanitiaan setelah itu, dan sekarang pun gue juga sudah ikut kepanitiaan baru. Tapi gak tau kenapa, pk2maba gak pernah tergantikan~
Hehehe selalu seneng kalo ngomongin ini. See you soon, kakak-kakak dan temen-temen pk2maba 2018 ku!
Monday, 10 June 2019
30 days of fasting!

HALOOOO!
Gak kerasa banget udah bulan puasa lagi. Puasa bagi gue di tahun ini sih standart banget, kayak tahun sebelumnya. 3 minggu puasa gue habisin di malang. kuliah. dan lagi UAS.
But, karena gue gak mau menyia-nyiakan bulan puasa gue seperti tahun kemaren, gue pengen bulan puasa di tahun ini gue buat jadi lebih seru.
Gue melihat ada salah satu temen twitter gue, dia bikin thread nyeritain keseruan setiap hari nya selama bulan puasa. Karena dia, gue jadi pengen ikutan. So, i'll write here!
Tapi karena bakal sampah banget kalo gue post setiap hari, makaaaa gue setiap hari nya bakal tulis di satu postingan ini, berupa tanggalnya juga, dan bakal selalu gue save sampe lebaran!
Yok mulai!
Senin, 6 Mei 2019 - day 1
Puasa hari pertama. Sedih banget, lagi-lagi gak ngerasain puasa hari pertama bareng keluarga. Harus mikir sahur mau beli makan apa, buka puasa mau beli makan apa. Dan yang bikin sedih lagi, H-1 dan hari H puasa pun gue masih harus begadang menyelesaikan semua tugas-tugas akhir gue. Gak kerasa banget vibes puasanya. Bahkan gue hampir lupa kalo hari ini puasa. Tapi untungnya kakak gue masih di malang! jadi yaa seenggaknya sahur dan buka puasa hari pertama ada temennya hehe.
Buka puasa pertama gimana? Standard banget. Gue dari kampus, makan bareng kakak gue, trus ke kosan temen gue lagi buat lanjut ngerjain tugas akhir. Sedih? iya. Tapi jalanin aja. Namanya juga mahasiswa.
Selasa, 7 Mei 2019 - day 2
Sahur masih bareng kakak gue, tapi siangnya gue nganter kakak gue ke bandara, karena doi bakal pulang. Sedih lagi, karena sekarang gue bener-bener sendiri . Habis anter kakak gue, langsung lanjut kuliah. Habis kuliah langsung ngerjain tugas akhir (lagi dan lagi). Buka puasa pun di kosan ala kadarnya nge gofood. Tapi untungnya bareng temen-temen gue. Jadinya gak sepi-sepi banget. Habis itu lanjut nugas lagi sampe sahur. Baru tidur habis sahur. What a day.
Rabu, 8 Mei 2019 - day 3
Ke hectic an di hari-hari kemarin masih berlanjut di hari ini. Nugas, presentasi, cetak+jilid laporan. Capek banget. Tapi disyukurin aja, toh alhamdulillah masih bisa buka puasa pake nasi padang.
Oiya! Hari ini gue sepakat sama dia buat balapan ngaji selama bulan puasa. Yang duluan khatam bakal dapet hadiah. Hmm kira-kira gue berhasil gak yaa?
Kamis, 9 Mei 2019 - day 4
Cerita minggu pertama gue di bulan puasa emang gak seru banget. Kalo gak nugas, ya kuliah. Hari ini full kuliah dari pagi sampe sore. Dilanjut habis itu nugas. Buka puasa cuma pake danusan. Sahur cuma masak nugget sama telor. Disyukurin aja.
Jumat, 10 Mei 2019 - day 5
Akhirnya bisa bangun siang. Tapi habis bangun jam 10 pagi pun, harus langsung siap-siap buat nyetak+jilid laporan, tanda tangan asprak&koas, lanjut nugas. Yang bikin cukup seru sih hari ini ikut jualan bareng anak-anak feel-it di veteran (depan kampus UB). Tapi setelah dagangannya abis, lanjut nugas lagi. Trus gak tidur sampe sahur karena nugas. hffffftt.
Sabtu, 11 Mei 2019 - day 6
Akhirnya bisa bangun siang lagi. Tapi habis itu harus UAP PemWeb jam 1 siang. Bener-bener ngasal gue ngisinya, susah banget! Trus lanjut nugas sebentar. Oiya, gue udah mengosongkan malam gue untuk main bersama dia! Gue mau refreshing karena otak gue capek banget seminggu buat nugas doang.
Udah sama-sama ngiler mampus mau buka puasa di yoshinoya, eh pas sampai sana, katanga dagingnya abis dong????? akhirnya gak jadi makan di situ:( Dan akhirnya kita makan di marugame udon. hehehehe enak juga. Akhirnya buka puasa pake makan enak. Dan ya udah, setelah itu gue ngobrol-ngobrol doang sama dia sampe marugamenya tutup. Trus kita nyari makan lagi buat sahur, dan pulang deh. Akhirnya cerita hari puasa gue seru juga!
Minggu, 12 Mei 2019 - day 7
Hari ini gak ngapa-ngapain. Karena besok udah mulai UAS, jadi hari ini harus belajar. Tapi gue baru belajar malem karena tadi siang tamatin drama skycastle dulu:( sumpah dramanya seru parahh. recommended banget!
Udah ya, gue mau lanjut belajar lagi. Semoga UAS gue besok lancar!
Senin, 13 Mei 2019 - day 8
UAS ADSI hari ini lumayan lancar. Tapi yang bikin hari ini gak lancar itu presentasi tugas akhir kelompok gue agak gagal karena ada salah gitu pas nge demo in nya. Cuma berharap semoga dosen gue gak kejam2 amat ngasih nilai akhir:')
Selasa, 14 Mei 2019 - day 9
UAS KI hari ini juga lumayan lancar. Bisa leha-leha dikit karena besok gak ada UAS, yeay! Trus juga hari ini bukber sama temen-temen SMA, dilanjut jam setengah 9 nonton pokemon. Ceritanya standart sih, tapi visualnyaa ASTAGAAA pikachu nya lucu bangetttt:((( ada kali sepanjang film kerjaan gua cuma ngomong 'GEMES BANGET'.
Rabu, 15 Mei 2019 - day 10
Hari ini kembali ke hari-hari boring sebelumnya. Gak kemana-mana, harus belajar karena besok UAS PEMWEB. buka puasa juga gofood aja. Lagi-lagi bingung, sahur makan apa ya?
Kamis, 16 Mei 2019 - day 11
SUPERRR SENENGGG. UAS PEMWEB alhamdulillah lancar (semoga ga cuma menurut gue doang). Trus hari ini buka puasa bareng dia HEHEHE di yoshinoya (AKHIRNYA BM KITA TERPENUHI). Cerita-cerita sampe jam 9an. Yang kita omongin juga seru, kita saling jujur ngasihtau hal yang kita gak suka satu sama lain. Trus gue dikasih snack supeer banyaak dan beserta sticky notes yang isi tulisannya super baweeeel tapi bikin makin semangat! Hehehe senaaang! <3
Jumat, 17 Mei 2019 - day 12
BY THE WAY, Aladdin seru banget! Plis kalian semua harus nonton!
Nenek gue dateng ke rumah, dan bakal nginep selama kurang lebih 2 mingguan. Tapi so far sih yaa gak kemana-mana, cuma di rumah ajaa seharian.
Senin, 3 Juni 2019 - day 29
Hari ini tetep gak kemana-mana, karena gue memutuskan buat gak akan buka puasa di luar lagi selama mendekati hari lebaran. Karena momen-monem buka puasa di rumah ini yang bakal gue kangenin nantinya. Gue cuma pergi sebentar ajaa beli kue titipan nyokap gue, trus nganter kakak gue potong rambut, tapi nyempetin sebentar ke gramedia buat liat-liat. Dan gue dapet satu buku yang bener-bener keren! judulnya "Things & Thoughts I drew when i was bored" buatannya Naela Ali. Isinya full of art, keren banget!
Selasa, 4 Juni 2019 - day 30
HARI TERAKHIR PUASAAA! WOOWWW gak berasa bangetttt udah satu bulan kita lewatin bulan ramadhan. Penutupan puasa hari ini bener-bener seru! Dimulai ikut nyokap ke pasar buat belanja bahan-bahan lebaran, trus dilanjut bantuin nyokap masak gulai buat lebaran, masuk-masukin kue lebaran ke toples (best activities for today!:p) daaannn keluarga tante gue buka puasa di rumahh! Buka puasa terakhir yang menyenangkan! Tapi agak sedih karena gue kalah ngaji dari dia :(( by the way kita sama-sama gak ada yang khatam WKWK, tapiii dia 2 jus lebih duluan dari gue :') akhirnya gue harus ngasih dia hadiah sesuai perjanjian awal. BUT ITS OKAYYY karena berkat dia juga gue jadi ngaji setiap hari secara rutin :) daaann can't wait for ied tomorrow!
Rabu, 5 Juni 2019 - LEBARAN
FINALLY, LEBARAN! Lebaran tahun ini gak se heboh tahun-tahun sebelumnya yang dimana gue selalu mudik ke padang, kali ini gue cuma lebaran di rumah aja. Tapi gak ngurangin keseruannya karena selain nyokap gue buat ketupat beserta gulai nya yang super enak, saudara-saudara dan keluarga pada dateng ke rumah! Yang terpenting, Lebaran sama keluarga <3
WAAAH AKHIRNYA SELESAI JUGA! Satu bulan ramadhan cepet banget, gak berasa tau-tau udah lebaran aja. Semoga amalan di bulan ramadhan tahun ini di terima Allah swt. Selamat tinggal ramadhan! See you next year!
DAANNN gue juga mau ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN TEMEN-TEMEN! Mohon maaf lahir dan batin yaaa! Selamat berkumpul bersama keluargaaa~ <3






